Keunikan Tari Pendet Pasepan Desa Batununggul

  • 21 November 2016
  • Dibaca: 283 Pengunjung
Keunikan Tari Pendet Pasepan Desa Batununggul

Tari Pendet Pasepan dipentaskan saat pujawali di Pura Dalem, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, rahina Buda Kliwon Matal Rabu (16/11) sore. Tarian ini sakral ini memiliki ciri  khas tersendiri, yaitu saat pentas para penarinya memegang pasepan (tungku bara api). Hal itu sebagai wujud persembahan pesucian terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pembina Tari I Dewa Gede Rai Sudiarta, mengatakan Tari Pendet Pasepan tersebut disuguhkan ketika Ida Bhatara datang dari mesucian saat pemelastian. Dengan tujuan utama tentu agar senantiasa diberikan keselamatan dan kerahayuan selamanya. “Para penarinya adalah ibu-ibu di desa setempat dengan warga pakaian putih kuning, kebaya putih dan kamen kuning,” ujarnya, Jumat (18/11).

Kata dia, garapan tari pendet pasepan ini adalah satu bentuk kreasi berkesenian. Yang berada pada pakem di antara sakral dan profan. Dengan pakem utamanya adalah tari pendet yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. “Tari pendet adalah tari penyambutan dan nilai kesakralan akan muncul dengan pasepan yang digunakan oleh para penarinya, mereka mengenakan pakaian putih kuning dan pasepan menegaskan bahwa tarian ini sebagai penyambutan rasa syukur kehadapan Tuhan setelah dilaksanakan upacara melasti,” tuturnya.

Penari yang dilibatkan tidak dipatok, tergantung warga bisa dilakukan secara serentak bagi warga yang ingin ngayah. Untuk iringan gamelan menggeunakan terompongan. “Dalam hal ini tarian dan tabuh harus bisa memadukan gerakan dengan irama gamelan,” ujarnya.

Pura Dalem Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, jatuh pada rahina Buda Kliwon Matal. Pura ini diempon oleh 5 Banjar di desa pakraman setempat, yakni Banjar Mentigi, Banjar Sampalan, Banjar Geria Tengah, Banjar Batununggul dan Banjar Tainbesi. Sehingga ketika pujawali krama yang tangkil cukup membludak. Ida Bhtara nyejer selama 3 hari, tepatnya mesineb pada Saniscara Pon Wuku Matal, Sabtu (19/11/2016).

  • 21 November 2016
  • Dibaca: 283 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita